Dugaan Praktik Mafia BBM di SPBU Bawan, Warga dan Sopir Mengaku Dirugikan

Hukum 16 Apr 2026 15:40 2 min read 13 views By Yanti

Share berita ini

Dugaan Praktik Mafia BBM di SPBU Bawan, Warga dan Sopir Mengaku Dirugikan
Aktivitas di SPBU 13.264.519 Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Keresahan publik mencuat dari aktivitas di SPBU 13.264.519 Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sejumlah warga dan pengguna kendaraan mengeluhkan dugaan praktik penyelewengan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar dan pertalite yang diduga melibatkan oknum tertentu.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya kendaraan yang diduga telah dimodifikasi disebut warga sebagai “mobil siluman” serta sepeda motor dengan tangki berkapasitas besar yang berulang kali keluar-masuk area SPBU untuk melakukan pengisian. Aktivitas ini diperparah dengan dugaan penggunaan barcode ganda guna mengakali sistem pembatasan distribusi BBM subsidi.

 

Nurwati (46), salah seorang warga setempat, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menilai aktivitas yang berlangsung secara terbuka itu seolah luput dari pengawasan aparat penegak hukum maupun pihak terkait.

 

“Ini terjadi hampir setiap hari. Kami heran kenapa tidak ada tindakan tegas. Seolah-olah dibiarkan,” ujarnya.

 

Keluhan serupa disampaikan Wandi (51), seorang sopir angkutan CPO, yang mengaku kerap dirugikan akibat antrean panjang yang tidak kunjung membuahkan hasil. Menurutnya, operator SPBU diduga lebih memprioritaskan kendaraan tertentu.

 

“Kami sudah lama antre, tapi tidak dapat minyak. Malah kendaraan modifikasi yang bolak-balik dilayani. Katanya mereka kasih ‘fee’ sampai Rp50 ribu. Kami sopir jadi korban,” ungkapnya.

 

Situasi ini memunculkan dugaan adanya praktik terorganisir yang merugikan masyarakat umum, khususnya pengguna BBM subsidi yang seharusnya menjadi prioritas. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi melanggar aturan distribusi energi bersubsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Masyarakat mendesak pihak Pertamina serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat dinilai penting guna memulihkan kepercayaan publik dan memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.

 

Jika dugaan ini terbukti, maka praktik tersebut tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga berpotensi merugikan negara dalam skala yang lebih besar.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak terkait. Redaksi masih melakukan upaya konfirmasi lebih lanjut.

Nusantara Terkini
Chat with us on WhatsApp